Menggali Peluang Di Balik Tantangan

(copy from suaramedia.com)

Pernahkah mendapat tugas yang menurut Anda berat dan sulit untuk dilaksanakan? Atau, pernahkah Anda menghadapi problem pribadi atau problem dengan lingkungan, yang mengharuskan Anda mengerahkan segala kemampuan dan sumber daya yang ada?

Tantangan, rintangan, hambatan atau apapun namanya tak dapat dipungkiri, merupakan salah satu obat pahit dalam perjalanan hidup manusia. Namun, kondisi merupakan pohon dengan buah paling manis dan bunga paling indah jika dapat dimanfaatkan bahkan ditaklukkan.

Jika Anda membaca biografi orang-orang sukses, Anda akan tahu kalau mereka berhasil dalam karier, karena mereka mampu menaklukkan tantangan. Nah, apa yang harus Anda lakukan agar tantangan yang Anda hadapi menjadi peluang yang membuat Anda sukses? Inilah tipsnya:

1. Jadilah QI (baca: Key) Person
Jadilah pribadi yang selalu memberikan hal terbaik dan solusi (kunci), entah itu di rumah, di kantor, di lingkungan sosial dan lain sebagainya. Hal ini menjadi dasar karena dengan menjadi individu kunci seperti ini keberadaan Anda akan selalu membuat lingkungan menjadi positif dan penuh warna.

2. Yakin pada diri sendiri
Ada pepatah ‘tidak peduli seribu orang percaya terhadap diri Anda, tetapi jika tidak percaya terhadap diri sendiri maka tidak ada artinya’. Artinya, Anda harus selalu meyakini bahwa hal-hal yang baik akan datang setiap hari melalui berbagai cara. Anda juga bisa meningkatkan kepercayaan diri dengan memiliki citra diri positif, menerima kekurangan diri apa adanya dan menghargai sekecil apapun potensi yang dimiliki.

3. Berjiwa besar
Setiap manusia memiliki kapasitas berbeda-beda. Setiap orang punya ‘cawan yang penuh air’ yang besarnya berbeda-beda. Jika musibah dan cobaan hidup lainnya diilustrasikan seperti garam, maka bagi orang yang memiliki cawan sebesar mangkuk akan kepahitan jika diberikan garam segenggam. Tetapi, bagi mereka yang memiliki cawan seluas sebuah danau maka garam segenggam tidaklah berarti apa-apa.

Maka itu, terimalah semua masalah dengan besar hati, karena penerimaan seperti ini akan membuat langkah dan hati Anda ringan untuk menghadapinya.

4. Berdayakan kecerdasan Anda
Jika satu cara gagal membuat Anda menaklukkan tantangan, jangan menyerah. Teruslah mencari solusi terbaik, buka semua peluang kesempatan. Jangan pernah mengatakan “Tidak Mungkin” jika Anda belum pernah berupaya maksimal. Coba katakan “Mungkin!” maka semua peluang dan kesempatan akan datang menghampiri Anda tanpa diduga.

Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkwalitas dimulai dengan implementasi yang berkwalitas (Quality Implementation /QI).

Hampir setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya, barangkali juga Anda. Akan tetapi, jangan buru-buru menyikapinya dengan cara negatif. Sebab, di balik setiap tantangan juga tersembunyi peluang untuk transformasi dan pembaharuan.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan, misalnya, memberikan Anda kesempatan untuk mencari pekerjaan baru yang lebih berarti, mengubah arah karier, bahkan memulai bisnis baru yang selama ini dimimpikan.

Cara Anda menyikapi krisis banyak dipengaruhi oleh cara Anda memandang dunia. Jika Anda memandang dunia sebagai tempat yang muram dan penuh kesengsaraan, ketika menghadapi krisis Anda akan dikuasai perasaan takut, cemas, atau putus asa dan tidak berdaya.

Bahkan, ketika melihat dunia dengan penuh optimisme pun, Anda akan tetap merasa sedikit tidak aman dengan berbagai pesan negatif yang mengungkung. Bagaimana pun reaksi Anda, berikut ini adalah sejumlah langkah untuk menggali dan mengeksplorasi peluang yang tersembunyi di balik setiap tantangan:

1. Perhatikan seberapa sering Anda mengekspos diri dengan pesan-pesan negatif dari media massa. Batasi paparan media hingga tingkat minimum, asalkan cukup bagi Anda untuk mendapatkan informasi tanpa perlu dicekoki dengan perasaan takut dan khawatir yang berlebihan.

2. Buat daftar tentang pengaruh krisis terhadap kehidupan Anda. Misalnya, ”Saya khawatir akan kehilangan pekerjaan”, ”Penjualan menurun dan bisnis lesu”, atau ”Saya kehilangan 30 persen tabungan pensiun”.

3. Setelah memaparkan tantangan yang Anda hadapi, tulis berbagai peluang yang melekat di baliknya. Misalnya, jika khawatir akan kehilangan pekerjaan, Anda bisa mulai memperbarui resume dan lebih giat menjalin networking demi mendapatkan pekerjaan baru yang selama ini dicita-citakan.

Sementara itu, jika bisnis sedang lesu, Anda bisa menggunakan waktu untuk mengorganisasi kantor, memperbarui materi pemasaran, dan menjalin kembali hubungan dengan pelanggan yang selama ini terabaikan.

4. Terakhir, sadarilah bahwa ada sejumlah hal yang berada di luar kendali Anda. Daripada menghabiskan waktu untuk mengeluhkan dan mencemaskan hal tersebut, sebaiknya pusatkan perhatian untuk mencari peluang sehingga Anda dapat melaksanakan tindakan. (fn/vs/mi) www.suaramedia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: