Alergi Jintan hitam (bisa saja)

Ternyata tak semua orang cocok dengan kapsul jintan hitam. Tapi sebelumnya mari kita tengok sedikit apa itu jintan hitam. Jintan hitam digunakan ahli pengobatan Yunani untuk mengobati sakit gigi, sakit kepala, hidung tersumbat dan mengatasi parasit usus seperti cacing. Ahli pengobatan Islam yang terkenal, Ibnu Sina, dalam bukunya menyatakan bahwa jintan hitam dapat digunakan untuk meningkatkan metabolisme dan meningkatkan semangat. Jintan hitam juga dikenal sebagai BRM (Biological Response Modifier) karena di barat ada penelitian yang menunjukkan bahwa ekstrak dari bijinya bersifat toksik kepada sel kanker. Penelitian ini dilakukan terhadap tikus. Penelitian ini juga menunjukkan, sel kanker yang diberi ekstrak jintan hitam dalm inkubator tidak dapat menghasilkan faktor untuk pertumbuhan (Fibroblast Growth Factor) dan protein berkolagen yang diperlukan untuk pertumbuhan tumor.

Saya, yang juga alergi dengan zat ginko biloba dalam obat, ternyata juga tak cocok dengan jintan hitam. Empat hari saya mengonsumsi kapsul jintan hitam sesuai dosis yang dianjurkan yaitu sehari 4 kapsul, maksimal 6 kapsul. Pada hari pertama saya berpikir gatal itu disebabkan detoksifikasi dari jintan hitam yang membuang racun dari dalam tubuh, seperti halnya buah pace dalam produk Tahitian Noni. Tapi ternyata pada hari kelima gatal itu malah bertambah parah dan menimbulkan bercak jelek di kulit. Akhirnya saya menghentikan konsumsi kapsul jintan hitam.

Meski dalam hadits disebutkan “Sesungguhnya di dalam Habbatussauda, insya Allah, terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit, kecuali kematian” {Shahih HR Bukhori, no. 5688; Fathul Baari, X/143; dan Muslim, no. 2215}, belum tentu semua orang cocok mengonsumsinya. Ingat ada kata insya Allah disitu, dimana kalau Allah belum mengizinkan si sakit sembuh, meski makan 1000 kapsul jintan hitam, ya sakitnya belum sembuh. Bisa saja sakit itu sembuh hanya dengan air putih dan doa, kalau Allah mengizinkan. Ini yang sering disalahartikan oleh penjual kapsul jintan hitam. Mereka menganggap kalau ada dalam hadits pasti berkhasiat, padahal ada kata insya Allah disitu, yang berarti jika Allah mengizinkan. Hak prerogatif untuk sembuh ada di tangan Allah, bukan pada jintan hitamnya.

Tidak semua orang cocok minum kapsul jintan hitam kemungkinan juga karena bahan selaput kapsul yang membungkus jintan hitam itu yang membuat alergi. Kapsul pembungkusnya mungkin mengandung bahan kimia yang bila tercampur dengan jintan hitam mengakibatkan efek berlawanan dari khasiat si jintan. Mungkin juga ada bahan lain yang dicampur bersama jintan hitam yang dijadikan serbuk itu sehingga khasiatnya tidak lagi murni khasiat jintan hitam.

Gatal akibat tidak cocok juga dirasakan ibu dan adik saya. Sementara pada beberapa kenalan yang saya tanyakan, sebagian mereka mengeluhkan badan terasa tidak enak dan lemas sehingga menghentikan konsumsi kapsul jintan hitam, sementara yang lain mengaku badan terasa lebih bugar.

Dengan demikian, saya simpulkan tak semua orang cocok dengan khasiat jintan hitam. Tadinya kami yakin jintan hitam sangat berkhasiat karena dalam botolnya tertera kutipan sunnah yang menyatakan segala macam penyakit sembuh, insya Allah, oleh jintan hitam ini. Tapi ternyata memang tak semua orang cocok. Saya jadi berpikir apakah ada korelasi antara harga murah dengan kualitas? Hehehe, ya, satu botol kapsul jintan hitam isi 200 kapsul harganya hanya Rp 33.000 – 40.000. Bandingkan dengan suplemen lain yang harganya ratusan ribu rupiah untuk ukuran yang sama.

Saya tak punya gambaran non-ilmiah, apalagi ilmiah, tentang mengapa kami malah menemukan efek gatal. Padahal mestinya tidak karena di label tertulis jintan hitam juga berkhasiat mengobati eksim. Lhaa, kalau saya, misalnya, punya eksim, tentu gatal itu akan sangat berbahaya, karena bukannya sembuh, malah eksim makin menjadi-jadi. Atau mungkin karena tidak punya eksim malah jadi gatal? Entahlah, perlu penelitian lebih lanjut. Kalau dulu Ibnu Sina meneliti khasiatnya, zaman sekarang ini perlu diteliti lagi apakah ada perubahan gen atau mutasi pada jintan hitam, atau adakah reaksi berkebalikan dari khasiat jintan hitam yang menyebabkan ada orang yang tak cocok mengonsumsi jintan hitam

Atau kalau mau lebih alami, campur saja biji jintan hitam ke dalam teh atau ramuan jamu-jamuan. Semoga mendapatkan khasiatnya!

(copy from kulinet.com)

3 Tanggapan to “Alergi Jintan hitam (bisa saja)”

  1. Wah, saya juga merasakan hal yang sama Pak. Setelah sekitar 4 hari mengkonsumsi 3 X 5 butir sehari, saya mulai merasa gatal dan sudah mulai muncul bercak – bercak merah di paha. Saya rasa, saya termasuk orang yang tidak cocok dengan Jintan Hitam.

    Anyway, terima kasih Pak untuk blog nya, kalau belum baca blog Bapak, mungkin saya masih mengkonsumsi nya terus dan efek alergi nya bakal tambah parah.

    • kalau saya alhamdulillah pak … saya rutin mengkonsumsi jintan hitam, saya merasa stamina terjaga dengan baik, tidur juga bisa lebih nyenyak dan jarang terkena penyakit..khususnya flu … memang ada sebagian orang yang tidak cocok dengan jintan hitam sebaiknya di stop saja pak …thx

  2. Bagaimana kalau coba makan yang asli, alias yang masih belum diolah ke dalam bentuk Pil, dan diracik sendiri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: